Lupa password memang jadi salah satu permasalahan yang dialami hampir oleh semua orang yang menggunakan perangkat pintar seperti komputer / laptop / smartphone dan semacamnya atau juga di sosial media. Lupa ini juga sebenarnya karena terlalu banyak akun sosial media / perangkat yang digunakan dan masing – masingnya mempunyai password yang berbeda pula.

Solusi paling mudah yang sering kita lakukan ialah menyamakan password untuk semua hal yang membutuhkan password, cara ini menang paling mudah karena hanya perlu mengingat 1 saja dan sudah bisa mengakses semua. Tapi kelemahannya ya kalau sudah bocor passwordnya otomatis kita perlu mengganti semua password untuk akun / perangkat karena passwordnya sudah diketahui orang lain.

Ada juga yang menyimpan passwordnya di catatan baik itu elektronik ataupun di secarik kertas yang diselipkan dalam dompet atau di hp agar bisa selalu dibawa kemana mana. Tapi kalau kertasnya tercecer ya mau gak mau harus ganti passwordnya juga sebelum ada orang iseng mencoba masuk.

Solusi lain bisa dengan menyimpan password di perangkat yang kita pakai, cara ini hanya berlaku untuk yang menyimpan ke laptop / pc / smartphone milik pribadi dan tidak direkomendasikan untuk menyimpan di perangkat yang bisa dipakai umum seperti halnya komputer kantor apalagi di warnet / game center.

Solusi paling akhir tadi yang paling banyak dipakai oleh orang – orang karena tergolong mudah karena setiap membuka yang kita tuju tidak perlu lagi mengisi box password karena sudah tersimpan sebelumnya ketika pertama kali membuka.

Sebenarnya cara itu juga punya kelemahan, orang bisa mengetahui apa username / email, password, sampai ke url yang diperlukan untuk login hanya dengan mengakses control panel di komputer.

Bagaimana bisa? Ya bisa saja, karena setiap kita menyimpan password di laptop / pc Windows akan ada file yang menampung semua user, password, dan url yang mana itu didapat dari browser ketika ada prompt atau notifikasi berupa pertanyaan “apakah ingin menyimpan password?”.

Lalu bagaimana cara mengecek password dan user yang sudah disimpan tadi? Sangat mudah, bahkan hampir semua orang yang pernah menggunakan komputer dengan sistim operasi Windows pernah melakukan langkah – langkah awalnya ini walaupun ujungnya yang berbeda.

  1. Buka Control Panel
  2. Klik di User Accounts
  3. Klik di Manage your Credentials yang ada di side menu

Nah disitu akan terpampang semua user dan password yang pernah kita simpan. Bila kita klik di tombol panah untuk expand maka akan terlihat detail user dan password beserta url yang kita gunakan waktu itu untuk masuk.

Untuk menampilkan password ini biasanya diminta untuk konfirmasi hak akses kita di komputer seperti memasukkan password / fingerprint scanner terlebih dahulu untuk memastikan orang yang ingin melihat bukan orang “jahil” atau orang tak bertanggung jawab.

Ya memang fitur ini juga ada untuk memudahkan para pengguna yang sering lupa dengan passwordnya, tetapi juga jadi celah yang digunakan oleh orang – orang “kurang kerjaan” untuk membajak akun dan menggunakannya untuk kejahilan atau hal lainnya yang dirasa kurang pantas.

Jadi bagaimana caranya lagi untuk menyimpan password? Kembali ke penggunanya lagi, dia pelupa atau tidak? pemalas atau tidak? Bagaimana pun caranya tidak masalah selama kita bisa menjaga pertahanan akun yang dipunyai supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Karena itulah ada rekomendasi untuk selalu mengganti password dalam waktu 72 hari atau 2 – 3 bulan sekali untuk meminimalisir ada orang iseng yang ingin “bermain – main”. Tapi kenyataannya hampir tidak ada orang yang mengikuti saran itu untuk mengganti password itu dan membiarkan password yang digunakan sampai waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *